Posts

Showing posts from July, 2020

EVALUASI PENGAJARAN

Image
Dalam bagian yang lalu telah dijelaskan langkah-langkah pokok dalam pelaksanaan program pengajaran di mana kegiatan evaluasi memegang peranan yang penting. 1. Fungsi Evaluasi   Dalam pengembangan program pengajaran, ada dua fungsi utama evaluasi yang perlu diwujudkan. Pertama: Mengetahui tingkat efektivitas program dalam mencapai tujuan-tujuannya. Kedua: Mengidintifikasikan bagian-bagian dari program pengajaran yang perlu diperbaiki. Untuk mengetahui fungsi pertama, evaluasi lebih banyak dilakukan terhadap hasil yang dicapai siswa, yaitu dengan membandingkan hasil evaluasi awal dan hasil evaluasi akhir. JIka rata-rata hasil tes awal 2.0 sedangkan rata-rata tes akhir 8.0 misalnya, ini berarti bahwa program pengajaran tang telah dilaksanakan tergolong efektif. Untuk mewujudkan fungsi kedua, evaluasi dilakukan baik terhadap hasil yang dicapai maupun terhadap proses pelaksanaan pengajaran. 2. Cara-cara Evaluasi Dalam kaitan dengan fuungsi pertama evaluasi, yaitu melihat efe...

PELAKSANAAN PROGRAM PENGAJARAN

Image
     Bila anda telah selesai menyiapkan Satpel dengan format/sistematika seperti di atas, maka anda telah membuat suatu program/bahan pengajaran yang disusun berdasarkan hasil perencanaan pengajaran yang disusun berdasarkan hasil perencanaan pengajaran semacam inilah yang selanjutnya akan dilaksanakan pada siswa-siswa di kelas. Ada empat langkah yang dilakukan dalam kesehatan proses program pengajaran evaluasi awal, pelaksanaan pengajaran, evaluasi akhir, dan tidak lanjut. 1. Evaluasi Awal Evaluasi awal atau pretest dilakukan sebelum pelajaran diberikan. Tujuan atau fungsinya ialah untuk mengetahui kemampuan awal siswa mengenai pelajaran yang bersangkutan. 2. Pelaksanaan Pengajaran Selama pelaksanaan ini berlangsung, kegiatan evaluasi dilakukan oelh guru antara lain dalam bentuk kuis, tugas-tugas, observasi, dan bertanya langsung kepada siswa yenyang pelajaran yang sedang disajikan, apakah cukup jelas, dan sebagainya. Dari kegiatan evaluasi ini, guru dapat mengeta...

PENYIAPAN PROGRAM/BAHAN PENGAJARAN

Image
          Atas dasar hasil evaluasi tersebut dapat dilakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan, baik pada waktu program masih berjalan maupun setelah program itu selesai dilaksanakan. Perbaikan yang dilakukan setelah program selesai dilaksanakan berguna untuk keperluan penyempurnaan pengajaran pada tahun berikutnya. Penyempurnaan-penyempurnaan program pengajaran yang telah disusun oelh guru pada hakikatnya berlangsung secara terus-menerus, apalagi mengingat siswa-siswa yang dihadapi guru berbeda dari tahun-tahun. 1. Hasil yang Dicapai dari Perencanaan Pengajaran Bila ditelaah kembali hal-hal yang telah dibicarakan dari Bab IV sampai Bab VIII, dapat disimpulkan bahwa ada dua jenis hasil pokok yang diperoleh dari kegiatan perencanaan pengajaran yang dilakukan: a. Daftar sejumlah pokok/satuan bahasan yang akan diajarkan selama satu caturwulan beserta alokasi waktu yang telah ditetapkan untuk masing-masing pokok/satuan bahasan. b. Bagan/matriks yang ber...

PENENTUAN KEGIATAN BELAJAR-MENGAJAR

Image
     Disamping materi pelajaran, unsur atau komponen lain yang perlu dikembangkan pula dalam rangka mencapai tujuan-tujuan instruksional ialah kegiatan belajar mengajar. Tanpa adanya kegiatan belajar mengajar yang tepat, sulit bagi siswa untuk dapat memahami materi pelajaran yang telah disediakan. Kegiatan belajar mengajar ini mencakup baik kegiatan guru maupun kegiatan murid yang perlu diwujudkan dalam setiap pengajaran untuk dapat mencapai tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan. Setelah ditetapkan metode/metode mengajar yang akan digunakan, selanjutnya perlu ditetapkan kegiatan-kegiatan pokok belajar-mengajar yang akan ditempuh oleh guru maupun siswa. 1. Kegiatan Guru Jenis-jenis kegiatan yang perlu dilakukan guru tergantung dari jenis-jenis metode mengajar yang digunakan. Dalam metode pemberian tugas, misalnya, kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan guru meliputi antara lain: a. Menjelaskan TIK yang ingin dicapai. b. Membagi siswa-siswa ke dalam bebe...

PENENTUAN METODE MENGAJAR

Image
     Telah diuraikan pengertian dan cara pemilihan materi pelajaran dalam rangka kegiatan perencanaan pengajaran. Di samping itu, telah disinggung pula bahwa setelah pemilihan/penetapan materi pelajaran, langkah berikutnya yang perlu dilakukan oleh guru adalah menetapkan kegiatan belajar-mengajar. 1. Jenis-jenis Metode Mengajar Seperti dikemukakan dalam bab III, ada sejumlah metode yang bisa digunakan dalam kegiatan mengajar, antara lain ialah: metode ceramah, tanya jawab, diskusi, demostrasi, percobaan/eksperimen, latihan/simulasi, kerja kelompok, karyawisata, dan sosiodarma atau bermain peran. Analisis singkat tentang masing-masing metode mengajar tersebut dapat diikuti dalam uraian-uraian berikut: a. Metode Ceramah Metode ceramah merupakan cara mengajar yang paling tradisional dan telah lama dilaksanakan oleh guru. Ceramah adalah penuturan bahan ajar secara lisan. b. Metode Tanya Jawab Metode tanya jawabn adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya ko...

PENENTUAN MATERI PELAJARAN

Image
     Materi pelajaran merupakan suatu yang disajikan guru untuk diolah dan kemudian dipahami oleh siswa, dalam rangka pencapaian tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, materi pelajaran merupakan salah satu unsur atau komponen yang penting artinya untuk mencapai tujuan-tujuan pengajaran materi pelajaran terdiri dari fakta-fakta, generalisasi, konsep, hukum/aturan, dan sebagainya yang terkandung dalam mata pelajaran. 1. Pengertian dan Persyaratan Materi Secara umum, pengertian materi pelajaran telah disinggung dalam bagian yang lalu. Dalam perencanaan pengajaran, materi yang perlu ditetapkan dalam langkah ketiga (setelah perumusan tujuan dan penyusunan alat evaluasi) baru berupa: a. pokok-pokok bahan b. rincian setiap pokok Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan materi pelajaran, antara lain: a. Materi pelajaran hendaknya sesuai dengan/menunjang tercapainya tujuan instruksional. b. Materi pelajaran hendaknya sesuai den...

PENYUSUNAN ALAT EVALUASI

Image
               Sesuai dengan apa ynag telah dikemukakan dalam uraian terdahulu, salah satu kemampuan yang perlu dimiliki oleh setiap guru ialah kemampuan merencanakan dan melaksanakan evaluasi hasil belajar dengan baik, termasuk kemampuan menyusun tes.  1. Kriteria Tes yang Baik Secara umum, tes yang baik harus memenuhi kriteria validitas, relibilitas, dan objektivitas. Pengertian yang sederhana tentang ketiga kriteria tersebut adalah sebagai berikut: a. Suatu tes dikatakan valid jika tes itu mengukur apa yang sesunggguhnya ingin diukur. JIka suatu tes dimaksudkan untuk mengukur kemampuan berhitung, maka soalnya harus dibatasi pada kemampuan berbahsa, dan sebagainya. b. Suatu tes dikayakan reliabel jika tes itu memperlihatkan hasil yang sama ketika diberikan pada waktu yang berada terhadap inividu/kelompok yang sama. c. Suatu tes dikatakan objektid jika penilaian dari dua orang atau lebih terhadap suatu jawaban yang diberikan, sama ata...

PENENTUAN PENDEKATAN DAN CARA EVALUASI

Image
Dengan dikembangkannya alat evaluasi segera setelah perumusan TIK, akan dapat diperoleh patokan yang diperlukan untuk menilai hasil belajar siswa maupun program pengajaran sejak awal. Di samping itu, pengembangan alat evaluasi pada langkah-langkah permulaan sekaligus berfungsi pula untuk mencetak seberapa jauh TIK yang telah disusun cukup operasional sebelum kita lebih jauh. 1. Pendidikan Evaluasi Dalam evaluasi hasil belajar dikenal adanya dua pendekatan: Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaian Acuan Patokan (PAP). Dalam PAN, nilai yang diperoleh siswa tergantung pada kedudukan hasil belajar yang tercapainya dalam kelas. Siswa A yang dapat menjawab dengan betul 5 dari 10 soal yang diberikan dapat saja memperoleh nilai 7 atau 8 jika kebanyakan siswa dalam kelas yang bersangkutan berada di bawah hasil yang dicapainya. Dalam PAP< nilai yang diperoleh siswa tergantung dari seberapa jauh tujuan-tujuan yang tercermin dalam soal-soal tes yang diberikan dapat dikuasai, tanpa membedak...

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS DAN CARA PENYUSUNANNYA

Image
Dalam uraian tentang jenjang-jenjang tujuan pendidikan pada bagian yang lalu dikemukaka bahwa dalam pengembangan kurikulum dan perencanaan pengajaran, dibedakan antara tujuan-tujuan instruksional umum (TIU) dan tujuan-tujuan instruksional khusus (TIK). Salah satu lengkah penting yang perlu dilakukan guru dalam kegiatan perencanaan pengajaran ialah menetapkan dan merumuskan tujuan-tujuan instruksional khusus atau TIK. 1. Ciri Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Seperti yang telah disinggungkan bagian terdahulu, dilihat dari tingkat kekhususannya, tujuan pengajaran dapat berupa tujuan instruksional umum dan instruksional khusus. Tujuan instruksional umum dapat dilihat di dalam GBPP, sedangkan tujuan instruksional khusus harus dirumuskan sendiri oleh guru yang bersangkutan berdasarkan tujuan instruksional khusus (TIK) berisi sejumlah kemampuan yang lebih spesifik yang dijabarkan dari dan untuk menunjang pencapaian kemampuan yang terkandung dalam tujuan instruksional umum. Susunan kema...

PENGERTIAN DAN PENGGOLONGAN TUJUAN PENGAJARAN

Image
     Tujuan pengajaran merupakan titik awal yang sangat penting dalam proses perencanaan pengajaran, sehingga baik arti maupun jenis-jenisnya perly dipahami betul oleh setiap guru/calon guru. Sehubungan dengan itu, pertanyaan-pertanyaan yang muncul dan perlu segera memperoleh jawaban dalam bagian ini adalah; - Apakah yang sesungguhnya dimaaksud dengan tujuan pengajaran? - Bagaimanakah penggolongan tujuan-tujuan tersebut dilihat dari jenjang atau tingkatannya? - Bagaimana pula penggolongan tujuan-tujuan tersebut dilihat dari lingkup atau pembandingnya? 1. Pengertian Tujuan dan Latar Belakangnya Tujuan pengajaran merupakan komponen utama yang terlebih dahulu harus dirumuskan guru dalam proses belajar-mengajar. Peranan tujuan ini sangat penting, karena merupakan sasaran dari proses belajar mengajar. Karena itu, tujuan pengajaran atau tujuan instruksional sering dinamakan juga sasaran belajar. Pada waktu yang lalu, tujuan pengajaran diartikan sebagai suatu upaya pendidi...

BEBERAPA HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PERENCANAAN PROGRAM BELAJAR

Image
     Penyusun program pengajaran bertujuan agar pelaksanaan pengajaran berjalan lebih lancar dan  hasilnya lebih baik. Kurikulum khususnya GBPP, menjadi acuan utama di dalam penyusunan atau perencanaan suatu program pengajaran, namun kondisi sekolah dan lingkungan sekitar, kondisi siswa dan guru merupakan hal-hal penting yang juga perlu diperhatikan. 1. Kurikulum      Dalam perencanaan atau penyusunan suatu program pengajaran, hal pertama yang perlu mendapatkan perhatian adalah kurikulum terutama GBPP-nya. Dalam GBPP telah tercantum tujuan kurikuler, tujuan instruksional, pokok bahasan serta jam pelajaran untuk mengjarkan pokok bahasan tersebut. Dalam penyusunan program caturwulan rincian pokok bahasan menjadi sub atau sub-sub pokok bahsan perlu juga memperhatikan waktu yang tersedia. Kalau waktu yang tersedia cukup banyak, maka sub-pokok bahasan yang akan disampaikan dapat lebih banyak, tetapi apabila waktu sedikit maka sub-pokok bahasan dibatasi....

PERENCANAAN PROGRAM PENGAJARAN

Image
     Pengajaran dilaksankan dalam jangka waktu tertentu, misalnya 3 tahun untuk jenjang SMP dan SMA, dan 6 tahun tuntuk SD. Karena dilaksanakan dalam jangka waktu yang tertentu, baik lama maupun singkat, maka apa yang dikerjakan dalam pengajaran perlu disusun dalam suatu program, yaitu program pengajaran. ADa program pengajaran yang mencakup seluruh masa belajar misalnya 6 tahun untuk SD dan 3 tahun untuk SMP dan SMA, di samping itu ada program yang lebih singkat seperti program tahunan, semesteran/caturwulan, program mingguan, dan sebagainya. Dalam pengajaran di sekolah kota dewasa ini, umumnya guru-guru hanya dituntut  menyusun dua macam program pengajaran, yaitu program untung jangka waktu yang cukup panjang seperti program semesteran (untuk SMP,SMA) atau program caturwulan (untuk SD) dan program untuk jangka waktu yang singkat yaitu program untuk setiap pokok satuan bahasan. Misalnya apa yang dikenal dengan nama satuan pelajaram. Seperti yang telah diuraikan ...

KONSEP PENGAJARAN SEBAGAI SUATU SISTEM

Image
Pengajaran sebagai suatu sistem merupakan pendekatan mengajar yang menekankan hubungan sistematik anatara berbagai komponen dalam pengajaran. Hubungan sistemik mempunyai arti bahwa konponen yang terpadu dalam suatu pengajaran sesuai dengan fungsinya selaing berhubungan satu sama lain dan membentuk satu-kesatuan. Hubungan sistemik atau penekanan kepada sistem, merupakan ciri pertama dari pengajaran ini. Ciri kedua adalah penekanan kepada perilaku yang dapat diukur atau diamati. Pengajaran mempunya beberapa komponen, yaitu komponen: tujuan pengajaran, bahan ajar, metode belajar-mengajar, media, dan evaluasi pengajaran. Pengajaran yang bercirikan sistem menekankan keterpaduan anatara keseluruhan komponen, komponen yang satu berhubungan erat dengan komponen lainnya. Dalam pengajaran sebagai sistem, tujuan memegang peranan-peranan utama, tujuan pengajaran menjadi acuan bagi keempat komponen pengajaran lainnya. Sebagai suatu acuan maka dalam menyusun program pengajaran, tujuan menjadi ko...

PROSES BELAJAR-MENGAJAR DITINJAU DARI SUDUT GURU

Image
Dilihat dari sudut guru, proses belajar mengajar berwujud dalam kegiatan mengajar. Secara semoit, mengajar dapat diartikan sebagai proses penyampaian pengetahuan kepada siswa. Dalam pengertian yang lebih luas, mengajar mencakup segala kegiatan menciptakan situasi agar siswa belajar. Pengertian belajar ini cukup luas, mencakup pula upaya guru mendorong siswa agar belajar, menata ruang atau tempat duduk siswa, mengkelompokan siswa, menciptakan berbagai kegiatan kelompok, memberikan berbagai bentuk tugas, membantu siswa-siswa yang lambat, memberikan pengayaan kepada siswa yang pandai, dan sebagainya. Kegiatan belajar-mengajar, memang merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan, sebab siswa melakukan kegiatan belajar karena guru mengajar, atau guru mengajar agar siswa belajar. Oleh karena keduanya merupakan suatu keterpaduan, maka pendekatan atau metode mengajar yang digunakan oleh guru menentukan kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa. 1. Kegiatan Secara Ekspositori   ...